Friday, 17 February 2012

FITNAH itu!

by Ulil Albab

FITNAH ITU!
MENJADI HANTU
Kepada-MU aku mengadu
Hingga akhir waktu

FITNAH ITU!
MENDERA SELALU
MENUSUK PILU
TAK PERNAH BERLALU

FITNAH ITU!
HANCURKAN DERU
TANAMKAN LESU
TEBARKAN RAGU
HAPUS LUKISAN ITU

FITNAH ITU!
HIPNOTIS SEKELILINGKU
TUK:
MENGHAJARKU
MENGHARDIKKU
MENGHAPUS SENYUMKU
MENCURIGAIKU
MENGISOLASIKU
MENJAUHIKU
MENCACIKU

FITNAH ITU!
HANCURKAN KEPERCAYAAN
YANG TERBANGUN
WAKTU DEMI WAKTU

FITNAH ITU!
RESTU BAGIKU
MENJADI BINATANG JALANG
YANG TERBUANG
NAJIS YANG MEMBATALKAN
PERGAULAN YANG DITINGALKAN

DUHAI FITNAH ITU!
TAK ADAKAH
SEDIKIT UDARA
TUK NAFASKU
TAK ADAKAH
SEJENGKAL RUANG
TUK PIJAKANKU
TAK ADAKAH
SETETES EMBUN
TUK DAHAGAKU
TAK ADAKAH
SEDIKIT KEPERCAYAAN
TUK KEJUJURANKU
TAK ADAKAH
SEJENAK
TUK NYENYAKKU

FITNAH ITU!
MEMBELENGGUKU!


JALAN PANJANG


by Ulil Albab

Inilah jalan terpanjang
Dimana ku berlalang
Berkelok dan berlubang
Penuh aral merintang
Jutaan nyawa melayang
Jutaan jiwa terkenang
Jutaan korban para pejuang

Terkadang badai menghadang
Pohon tua pinggir jalan pun tumbang
Jurang mengancam dipinggiran
Turunan terjal tak beraspal
Belokan tajam menggelincirkan

Inilah jalan dakwah
Banyak mereka yang berguguran
Belum sampai tujuan
Diterpa ujian
Terenggut nafsu syaitan

Inilah jalan dakwah
Disini awal dekatnya hidayah
Disini ditempa sebagai ikhwah
Disini medan untuk berkiprah
Tak jarang riak ikut berseri
Cinta bersemi saat aksi
Fitri atau halusi syaithoni
Istafti qolbi..

Photos

by Novy S.A









Pudarnya Warna Balonku


by Gibran Qadaranta

Masa kecil adalah masa indah dan masa yang sangat suci. Mengapa begitu? Indah karena pada masa itu anak-anak dengan riangnya bermain bersama tanpa masalah ditemani irngan lagu-lagu anak yang ceria. Suci karena pada masa itu hati anak pada umumnya masih bersih dari keburukan dan pikirannya belum terkontaminasi oleh keburukan dunia, tapi sangat berpotensi tercemar karena pemikirannya yang masih polos.
Pasar musik Indonesia kini dipenuhi oleh lagu-lagu yang diperuntukkan untuk pasar remaja. Band-band,  boyband dan girlband banyak memeriahkan musik Indonesia. Lalu bagaimana dengan nasib anak-anak Indonesia yang seharusnya menikmati lagu-lagu bernuansa anak-anak dan bukan yang berbau cinta dan lagu-lagu dewasa? Miris jika kita mengetahui anak-anak sekarang lebih mengenal lagu-lagu seperti; I Heart You, Mau Dibawa Kemana daripada lagu Balonku, Naik Kereta Api dan lainnya.
            Hal ini seharusnya menjadi perhatian keluarga, khususnya orang tua untuk lebih memperhatikan dan membatasi anak-anaknya dalam memilih dan mendengarkan lagu. Tidak bisa dipungkiri lagi jika anak mengetahui lagu-lagu remaja dan dewasa tersebut karena pengaruh lingkungannya. Apalagi anak-anak memiliki kecenderungan meniru dan mencontoh yang lebih dewasa.
Oleh karena itu, ini juga menjadi tanggung jawab kita sebagai yang lebih dewasa untuk dapat menahan diri dalam mendengar dan menyanyikan lagu-lagu remaja dan dewasa pada saat ada anak kecil di dekat kita, karena secara tidak langsung kita telah menanamkan lagu-lagu tersebut kepada anak-anak.
Tanpa kita sadari, lirik-lirik yang terkadang sangat tidak pantas didengar oleh anak-anak bisa merusak dan menyelewengkan pemahaman mereka dan merusak nilai moral anak-anak. Menurut penelitian yang diterbitkan “Springer's Journal Sexuality and Culture”, lagu dewasa dapat berdampak terhadap psikologis anak. Seperti yang dilansir oleh Times of India, usia anak-anak atau balita merupakan usia terbaik untuk menyerap informasi. Lagu-lagu beserta lirik yang ada di dalamnya bisa dengan mudah terserap oleh otak anak dan parahnya lagi dianggap sebagai pengetahuan. Hal ini akan menumbuhkan rasa ingin tahu pada diri anak dan secara tidak sadar mereka juga akan bertanya arti dari lirik lagu yang seharusnya belum mereka kenal. Lebih parah lagi setelah mereka mengetahui arti dari lirik tersbut dan mulai berkeinginan untuk mempraktikkannya. Tidak heran jika baru-baru ini banyak kita temui kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan anak-anak.
Demi generasi penerus, kita harus mampu berkorban sedikit untuk berjuang dan menghidupi kembali lagu-lagu anak. Lupakan sejenak keinginan pasar dan mulai menaruh perhatian khusus kepada anak-anak. Semestinya, kita juga tidak perlu malu untuk mengarang lagu-lagu anak toh lagu tersebut tidak memberikan dampak negatif kepada masyarakta. Justru seharusnya kita bangga menjadi pengarang lagu anak, karena kita secara tidak langsung telah memeriahkan masa kecil sebagian besar anak lewat lagu karangan kita. Cara lain adalah kita harus berjuang dalam menghidupi lagi lagu-lagu khusus untuk anak-anak yang sempat mati suri. Kita membutuhkan lebih banyak lagi grup-grup musik yang konsisten membuat lagu khusus untuk anak-anak.
Selain itu, media televisi juga perlu ikut serta mendukung gerakan ini dengan meminimalisir penyiaran lagu-lagu remaja dan dewasa dan mulai mengisi siaran dengan pemutaran lagu-lagu anak. Rating mungkin turun, tapi dalam jangka waktu yang tidak lama akan naik kembali karena para keluarga khususnya orang tua akan menyadari dampak positif yang terjadi kepada anak-anak mereka.
Jika kita memiliki keterbatasan skill dalam mengarang lagu anak, cukup kita lakukan modernisasi terhadap lagu-lagu anak yang sudah ada. Selain tidak memakan waktu yang lama hal ini cukup untuk memunculkan kembali lagu-lagu anak ke permukaan pasar musik Indonesia. Dengan ini keindahan masa kecil anak kembali meriah tanpa ternodai dan mereka telah memperoleh haknya sebagai anak Indonesia. Toh, perubahan yang baik walaupun kecil akan membawa kebaikan juga meskipun mungil

Lorong Masa Depan


bu Netti Kurniati

Andai aku punya Doraemon
Aku ingin pintu ajaib
Menerawang dalam mimpi panjang
Temukan kata bernama cita-cita

Menadah dalam remangnya malam
Mencari lorong waktu
Bertemu dengan harapan, mimpi dan asa
Laksana menjamah bintang di tengah malam

Aku tertatiih mencari mimpi
Berserak di langit tak bertepi
Berontak melawan ketidakpastian
Berteriak melawan ketidakmungkinan

Aku adalah pemilik dari mimpi
Aku adalah pemegang cita-cita besar dan tidak biasa
Akan kutiupkan ruh untuk mimpiku
Akan kuberikan nyawa untuk masa depanku

Berteman dengan ilmu
Bergandengan dengan pengetahuan
Berikan cahaya mentari
Di tengah gelapnya lorong masa depanku

Kutengadah tanganku
Aku ingin jadi arsitek, dokter, pengusaha
Apapun itu
Akan kudaki segala puncak tantangan
Kuterjang batu granit kesulitan
Kugoda mara bahaya
Dengan segala usaha dan upaya
Demi masa depanku

Gerak


by Gibran Qadaranta

Di pertengahan malam
Ku terjaga dan teringat
Kudengar jam dinding yang berbunyi
Mengikuti perbuahan waktu
Aku bertanya
Apa yang harus kulakukan?

Ku berjalan menyisiri pantai
Ditemani mentari yang mulai kehilangan cahayanya
Ditemani ombak-ombak yang mulai kehilangan kekuatannya
Ditemani butir-butri pasir yang mulai kehilangan kelembutannya
Aku betanya
Apa yang harus kulakukan?

Kupandangi langit siang
Berwarna biru tak berawan
Beserta mentari yang memberikan harapan
Untuk selalu bangkit pada setiap kegagalan
Aku bertanya
Apa yang harus kulakukan?

Dengan perkataanmu aku bangkit
Dengan semangatmu aku bermimpi
Dengan doronganmu ak berjuang
Namun, aku kembali bertanya
Apa yang harus kulakukan?

Inikah kebodohan
Disaat tak bisa memilih jalan
Disaat tak berani mengambil resiko
Disaat tak memiliki prinsip
Apa yang harus kulakukan?

Di ujung jalan ku berfikir
Dan kemudian bertanya pada diriku yang bodoh ini
Apakah aku berguna bagi dunia ini?
Apakah aku bermanfaat untuk mereka?
Apakah aku …….?
Apa lagi yang harus kulakukan?

Ujung – Ujungnya ….. ?


by Suryo Hidayat

               Permintaan – permintaan wakil rakyat terhadap Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) untuk melindungi NKRI, semata – mata hanyalah sebuah omong kosong. Dalam kasus   pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahun 2010 – 2014, yaitu penolakan pada pembelian 100 Main Battle Tank ( MBT ) Leopard dari Belanda.
                Alasan – alasan para wakil rakyat yang menolaknya adalah, ketidakcocokan Main Battle Tank ( MBT ) Leopard pada konsep pertahanan dan kondisi grafis Indonesia, jalan – jalan di Indonesia akan rusak bila dilewati dengan tank seberat 62 ton ini, Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin  (TB )  menjelaskan Indonesia memiliki konsep pertahanan defensif, yaitu sifatnya bertahan, karenanya melakukan pertahanan di pulau - pulau. Sementara Tank Leopard dibuat untuk fungsi melakukan penyerangan,” dan juga harganya terlalu mahal
Dari alasan – alasan tersebut tidak ada satu pun yang dikatakan secara logika, mengapa ? menurut Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Pramono Edhie Prabowo, sudah didahului dengan riset dan kajian mendalam di Pusat Persenjataan Kavaleri (Pusenkav) TNI AD, Tank Leopard adalah salah satu hasil kajian yang terpilih, menurut salah seorang member di forum kaskus.us tekanan pada Tank Leopard berkapasitas 62 ton ini lebih ringan dibandingkan dengan tronton – tronton yang sering melintasi tol di berbagai daerah Indonesia, untuk harga TNI Angkatan Darat diketahui hanya membayar US$280 juta untuk 100 Main Battle Tank (MBT) bekas Leopard milik Koninklijke Landmacht (AD Belanda) yang selama ini nganggur di gudang, bandingkan dengan Kanada yang pada 2007 mesti merogoh kocek hingga US$574 juta untuk menebus jumlah dan jenis tank yang sama.
                Mengapa saya sangat mendukung pembelian 100 Tank Leopard ini, yang pertama Tank Leopard ini sudah terbukti “kejantananya” di perang Afganistan melawan pasukan Taliban, kedua untuk menjaga kedaulatan NKRI. Seperti yang diucapkan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro, yaitu bukan untuk offense, tapi defense.  Menjaga kedaulatan kita," ujarnya.
                Kenapa begitu susahnya para anggota DPR untuk menyetujui pembelian Tank ini ? Sedangkan negara – negara ASEAN sudah mempunyainya kecuali Indonesia, Timor - timor, Papua Nugini, sisanya sudah mempunyai Main Battle Tank ( MBT ) dan sangat memalukan dan perlu diakui bahwa Indonesia hanya memiliki tank  kelas ringan.
                Tanda tanya lagi buat kita, pada saat kasus perebutan wilayah antara Indonesia dengan Malaysia, para wakil rakyat meminta kepada TNI untuk menjaga daerah – daerah perbatasan, tetapi mengapa para wakil rakyat ini memperlambat pembelian alutsista dengan tujuan menjaga kedaulatan ?
                Apakah yang ada dipikiran para anggota dewan ? sehingga mempersulit pembelian ini ? apakah karena pembelian ini Government to Government, apakah karena para anggota dewan tidak mendapat “komisi”  atau UUD ( Ujung – Ujungnya Duit ) 

Menjamurnya Boyband dan Girlband




by Dinda Chaerunisa

Boy dan Girl Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, contohnya Smash dan Cherrybelle. Bahkan sampai mengadakan kontes atau audisi Boy dan Girl band Indonesia.
Penyebab dari perkembangan tersebut salah satunya adalah terpengaruh oleh Boy band- boy band Korea mulai dari Shinee, Beast, sampai SNSD dan lain-lain. Perkembangan Boy dan Girl band ini sebenarnya tidak bermasalah asalkan mereka memiliki ciri khas tersendiri mulai dari rambut, pakaian, hingga tariannya.
Selain itu mereka juga tak perlu mengubah warna rambut dan lainnya, karena dengan tidak mengubah gaya mereka akan, membuat mereka berbeda dan unik. Akan tetapi, boy band dan Girl band yang sedang menjamur saat ini mulai dari mulai dari gaya berpakaian, rambut, tarian, hingga musik , terkesan mengikuti gaya band Korea, yang atau lebih dikenal dengan kpop (Korean pop) yang saat ini seang naik daun.
Dengan begitu tidak akan memudakan identitas musik Indonesia,karena kita tidak perlu meniru gaya-gaya music luar, jadilah diri kita sendiri, musik kita dan gaya kita. Dengan begitu, kondisi permusikan Indonesia menjadi lebih baik dan kesan plagiat dapat dihilangkan.
Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda dan tidak semua orang berpendapat sama. Bisa saja ada yang bilang, ketika mereka masuk dunia hiburan, meniru gaya-gaya musik luar dan para boy band korea dengan mewarnai rambutnya, model pakaiannya dan tariannya untuk menarik perhatian masyarakat, kemudian setelah mendapat perhatian , biasanya muncul keunikan dan bakat-bakat mereka.

                                                                                                                                                                                                                                               

Kelunturan Style Negara Sipit


by Novy S.A 

Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk melahirkan boyband dan girlband yang tidak berkiblat pada Kpop(Korean Pop). Banyak pepatah yang mengatakan untuk menjadi diri sendiri tanpa harus meniru orang lain. Masalah kualitas girlband dan boyband di Indonesia bisa dibilang sangat buruk, karena hampir semua boyband dan girlband berkiblat pada Kpop atau Korean pop.
Style boyband dan girlband Indonesia sangatlah mirip dengan Kpop, bahkan kostum pun ada yang persis. Contoh 5 bidadari dalam video klipnya yang berjudul “Pilih Aku atau Dia”, mereka menggunakan kostum yang mirip dengan kostum Wondergirls dalam videoklipnya yang berjudul “Nobody”. Seharusnya 5 bidadari tidak menggunakan kostum seperti Wondergirls, karena terlihat bahwa 5 Bidadari tidak mempunyai style sendiri. Coba liat Agnes Monica, kostum dan stylenya tidak sama dengan artis luar negeri lain maupun dalam negeri, itu karena Agnes mempunyai keunikan tersendiri, yaitu baju yang simple namun menarik, contohnya tanktop yang dipadu dengan jaket, celana pendek, dan sepatu kets, bahkan dia sering menggunakan batik untuk mengenalkan budaya Indonesia.
Kualitas suara boyband dan girlband Indonesia sebagian bisa dibilang buruk, karena mereka hanya ingin tenar tanpa memikirnya kualitas suara mereka. Contohnya 7 Icons, hanya beberapa di antara mereka yang pandai bernyanyi dan sisanya hanya bisa menari. Seharusnya kualitas suara boyband dan girband Indonesia harus bagus, dengan cara diseleksi dan dilatih sebelum diresmikan menjadi boyband atau girlband, contohnya Cherrybelle girlband Indonesia yang kesembilan anggotanya memiliki suara bagus, bahkan masing- masing anggota mempunyai keahlian lain selain menyanyi dan menari, misalnya bahasa Mandarin.
Kekompakan saat menyanyi dan menari juga buruk untuk sebagian boyband dan girlband Indonesia. Seharusnya mereka yang ingin menjadi anggota boyband atau girlband harus tau akan dirinya sendiri, apakah dia bisa menari dengan kompak, sehingga saat konser tidak kelihatan seperti pentas seni anak SD. Contohnya 7 icons, pada video klipnya yang berjudul “Playboy” sangatlah terlihat ketidakkompakan mereka saat menari,ada yang memulai gerakan dengan kaki kiri dan ada yang mulai dari kaki kanan, padahal itu adalah video klip yang dalam pembuatannya bisa diulang-ulang, dari sini sangatlah terlihat betapa besar kemauan mereka untuk cepat-cepat tenar tanpa memikirkan kualitas. Seharusnya mereka seperti Cherrybelle yang dalam menyanyi bagus dan dalam menaripun juga kompak. Kekompakan dalam menari dan bernyanyi  boyband dan girlband Indonesia harus dilatih sebaik mungkin, shingga mencapai kualitas bagus dan bisa go internasional.


Novy Syahbrina Azara.