by Suryo Hidayat
Permintaan – permintaan wakil rakyat terhadap Tentara Nasional Indonesia
( TNI ) untuk melindungi NKRI, semata – mata hanyalah sebuah omong kosong.
Dalam kasus pengadaan alat utama sistem
persenjataan (alutsista) tahun 2010 – 2014, yaitu penolakan pada pembelian 100 Main Battle Tank ( MBT ) Leopard dari
Belanda.
Alasan – alasan
para wakil rakyat yang menolaknya adalah, ketidakcocokan Main Battle Tank ( MBT ) Leopard pada konsep pertahanan dan kondisi
grafis Indonesia, jalan – jalan di Indonesia akan rusak bila dilewati dengan
tank seberat 62 ton ini, Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin (TB ) menjelaskan Indonesia memiliki
konsep pertahanan defensif, yaitu sifatnya bertahan,
karenanya melakukan pertahanan di pulau - pulau. Sementara Tank
Leopard dibuat untuk fungsi
melakukan penyerangan,” dan juga harganya terlalu mahal
Dari alasan – alasan tersebut tidak ada satu
pun yang dikatakan secara logika, mengapa ? menurut Kepala Staf Angkatan Darat
(Kasad) Jendral TNI Pramono Edhie Prabowo, sudah didahului dengan riset dan
kajian mendalam di Pusat Persenjataan Kavaleri (Pusenkav) TNI AD, Tank Leopard
adalah salah satu hasil kajian yang terpilih, menurut salah seorang member di
forum kaskus.us tekanan pada Tank Leopard berkapasitas 62 ton ini lebih ringan
dibandingkan dengan tronton – tronton yang sering melintasi tol di berbagai
daerah Indonesia, untuk harga TNI Angkatan Darat diketahui hanya membayar
US$280 juta untuk 100 Main Battle Tank (MBT) bekas Leopard milik Koninklijke
Landmacht (AD Belanda) yang selama ini nganggur di gudang, bandingkan dengan
Kanada yang pada 2007 mesti merogoh kocek hingga US$574 juta untuk menebus
jumlah dan jenis tank yang sama.
Mengapa saya sangat
mendukung pembelian 100 Tank Leopard ini, yang pertama Tank Leopard ini sudah
terbukti “kejantananya” di perang Afganistan melawan pasukan Taliban, kedua
untuk menjaga kedaulatan NKRI. Seperti yang diucapkan oleh Menhan Purnomo
Yusgiantoro, yaitu bukan untuk offense, tapi defense. Menjaga kedaulatan kita," ujarnya.
Kenapa
begitu susahnya para anggota DPR untuk menyetujui pembelian Tank ini ?
Sedangkan negara – negara ASEAN sudah mempunyainya kecuali Indonesia, Timor - timor,
Papua Nugini, sisanya sudah mempunyai Main Battle Tank ( MBT ) dan sangat memalukan dan perlu diakui bahwa
Indonesia hanya memiliki tank kelas
ringan.
Tanda tanya lagi
buat kita, pada saat kasus perebutan wilayah antara Indonesia dengan Malaysia,
para wakil rakyat meminta kepada TNI untuk menjaga daerah – daerah perbatasan,
tetapi mengapa para wakil rakyat ini memperlambat pembelian alutsista dengan
tujuan menjaga kedaulatan ?
Apakah yang ada
dipikiran para anggota dewan ? sehingga mempersulit pembelian ini ? apakah
karena pembelian ini Government to
Government, apakah karena para anggota dewan tidak mendapat “komisi” atau UUD ( Ujung – Ujungnya Duit )
No comments:
Post a Comment