Friday, 17 February 2012

Ujung – Ujungnya ….. ?


by Suryo Hidayat

               Permintaan – permintaan wakil rakyat terhadap Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) untuk melindungi NKRI, semata – mata hanyalah sebuah omong kosong. Dalam kasus   pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahun 2010 – 2014, yaitu penolakan pada pembelian 100 Main Battle Tank ( MBT ) Leopard dari Belanda.
                Alasan – alasan para wakil rakyat yang menolaknya adalah, ketidakcocokan Main Battle Tank ( MBT ) Leopard pada konsep pertahanan dan kondisi grafis Indonesia, jalan – jalan di Indonesia akan rusak bila dilewati dengan tank seberat 62 ton ini, Wakil Ketua Komisi I, Tubagus Hasanuddin  (TB )  menjelaskan Indonesia memiliki konsep pertahanan defensif, yaitu sifatnya bertahan, karenanya melakukan pertahanan di pulau - pulau. Sementara Tank Leopard dibuat untuk fungsi melakukan penyerangan,” dan juga harganya terlalu mahal
Dari alasan – alasan tersebut tidak ada satu pun yang dikatakan secara logika, mengapa ? menurut Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Pramono Edhie Prabowo, sudah didahului dengan riset dan kajian mendalam di Pusat Persenjataan Kavaleri (Pusenkav) TNI AD, Tank Leopard adalah salah satu hasil kajian yang terpilih, menurut salah seorang member di forum kaskus.us tekanan pada Tank Leopard berkapasitas 62 ton ini lebih ringan dibandingkan dengan tronton – tronton yang sering melintasi tol di berbagai daerah Indonesia, untuk harga TNI Angkatan Darat diketahui hanya membayar US$280 juta untuk 100 Main Battle Tank (MBT) bekas Leopard milik Koninklijke Landmacht (AD Belanda) yang selama ini nganggur di gudang, bandingkan dengan Kanada yang pada 2007 mesti merogoh kocek hingga US$574 juta untuk menebus jumlah dan jenis tank yang sama.
                Mengapa saya sangat mendukung pembelian 100 Tank Leopard ini, yang pertama Tank Leopard ini sudah terbukti “kejantananya” di perang Afganistan melawan pasukan Taliban, kedua untuk menjaga kedaulatan NKRI. Seperti yang diucapkan oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro, yaitu bukan untuk offense, tapi defense.  Menjaga kedaulatan kita," ujarnya.
                Kenapa begitu susahnya para anggota DPR untuk menyetujui pembelian Tank ini ? Sedangkan negara – negara ASEAN sudah mempunyainya kecuali Indonesia, Timor - timor, Papua Nugini, sisanya sudah mempunyai Main Battle Tank ( MBT ) dan sangat memalukan dan perlu diakui bahwa Indonesia hanya memiliki tank  kelas ringan.
                Tanda tanya lagi buat kita, pada saat kasus perebutan wilayah antara Indonesia dengan Malaysia, para wakil rakyat meminta kepada TNI untuk menjaga daerah – daerah perbatasan, tetapi mengapa para wakil rakyat ini memperlambat pembelian alutsista dengan tujuan menjaga kedaulatan ?
                Apakah yang ada dipikiran para anggota dewan ? sehingga mempersulit pembelian ini ? apakah karena pembelian ini Government to Government, apakah karena para anggota dewan tidak mendapat “komisi”  atau UUD ( Ujung – Ujungnya Duit ) 

No comments:

Post a Comment