Indonesia
sebenarnya memiliki potensi untuk melahirkan boyband dan girlband yang
tidak berkiblat pada Kpop(Korean Pop).
Banyak pepatah yang mengatakan untuk menjadi diri sendiri tanpa harus meniru
orang lain. Masalah kualitas girlband
dan boyband di Indonesia bisa
dibilang sangat buruk, karena hampir semua boyband
dan girlband berkiblat pada Kpop
atau Korean pop.
Style boyband dan girlband Indonesia sangatlah mirip dengan Kpop, bahkan kostum pun
ada yang persis. Contoh 5 bidadari dalam video klipnya yang berjudul “Pilih Aku
atau Dia”, mereka menggunakan kostum yang mirip dengan kostum Wondergirls dalam videoklipnya yang
berjudul “Nobody”. Seharusnya 5
bidadari tidak menggunakan kostum seperti Wondergirls,
karena terlihat bahwa 5 Bidadari tidak mempunyai style sendiri. Coba liat Agnes
Monica, kostum dan stylenya tidak sama dengan artis luar negeri lain maupun
dalam negeri, itu karena Agnes mempunyai keunikan tersendiri, yaitu baju yang
simple namun menarik, contohnya tanktop yang
dipadu dengan jaket, celana pendek, dan sepatu kets, bahkan dia sering
menggunakan batik untuk mengenalkan budaya Indonesia.
Kualitas
suara boyband dan girlband Indonesia sebagian bisa
dibilang buruk, karena mereka hanya ingin tenar tanpa memikirnya kualitas suara
mereka. Contohnya 7 Icons, hanya beberapa di antara mereka yang pandai
bernyanyi dan sisanya hanya bisa menari. Seharusnya kualitas suara boyband dan girband Indonesia harus
bagus, dengan cara diseleksi dan dilatih sebelum diresmikan menjadi boyband atau girlband, contohnya Cherrybelle girlband
Indonesia yang kesembilan anggotanya memiliki suara bagus, bahkan masing-
masing anggota mempunyai keahlian lain selain menyanyi dan menari, misalnya bahasa
Mandarin.
Kekompakan
saat menyanyi dan menari juga buruk untuk sebagian boyband dan girlband
Indonesia. Seharusnya mereka yang ingin menjadi anggota boyband atau girlband
harus tau akan dirinya sendiri, apakah dia bisa menari dengan kompak, sehingga
saat konser tidak kelihatan seperti pentas seni anak SD. Contohnya 7 icons,
pada video klipnya yang berjudul “Playboy” sangatlah terlihat ketidakkompakan
mereka saat menari,ada yang memulai gerakan dengan kaki kiri dan ada yang mulai
dari kaki kanan, padahal itu adalah video klip yang dalam pembuatannya bisa diulang-ulang,
dari sini sangatlah terlihat betapa besar kemauan mereka untuk cepat-cepat
tenar tanpa memikirkan kualitas. Seharusnya mereka seperti Cherrybelle yang
dalam menyanyi bagus dan dalam menaripun juga kompak. Kekompakan dalam menari
dan bernyanyi boyband dan girlband
Indonesia harus dilatih sebaik mungkin, shingga mencapai kualitas bagus dan
bisa go internasional.
Novy Syahbrina Azara.
No comments:
Post a Comment