Friday, 17 February 2012

Kelunturan Style Negara Sipit


by Novy S.A 

Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk melahirkan boyband dan girlband yang tidak berkiblat pada Kpop(Korean Pop). Banyak pepatah yang mengatakan untuk menjadi diri sendiri tanpa harus meniru orang lain. Masalah kualitas girlband dan boyband di Indonesia bisa dibilang sangat buruk, karena hampir semua boyband dan girlband berkiblat pada Kpop atau Korean pop.
Style boyband dan girlband Indonesia sangatlah mirip dengan Kpop, bahkan kostum pun ada yang persis. Contoh 5 bidadari dalam video klipnya yang berjudul “Pilih Aku atau Dia”, mereka menggunakan kostum yang mirip dengan kostum Wondergirls dalam videoklipnya yang berjudul “Nobody”. Seharusnya 5 bidadari tidak menggunakan kostum seperti Wondergirls, karena terlihat bahwa 5 Bidadari tidak mempunyai style sendiri. Coba liat Agnes Monica, kostum dan stylenya tidak sama dengan artis luar negeri lain maupun dalam negeri, itu karena Agnes mempunyai keunikan tersendiri, yaitu baju yang simple namun menarik, contohnya tanktop yang dipadu dengan jaket, celana pendek, dan sepatu kets, bahkan dia sering menggunakan batik untuk mengenalkan budaya Indonesia.
Kualitas suara boyband dan girlband Indonesia sebagian bisa dibilang buruk, karena mereka hanya ingin tenar tanpa memikirnya kualitas suara mereka. Contohnya 7 Icons, hanya beberapa di antara mereka yang pandai bernyanyi dan sisanya hanya bisa menari. Seharusnya kualitas suara boyband dan girband Indonesia harus bagus, dengan cara diseleksi dan dilatih sebelum diresmikan menjadi boyband atau girlband, contohnya Cherrybelle girlband Indonesia yang kesembilan anggotanya memiliki suara bagus, bahkan masing- masing anggota mempunyai keahlian lain selain menyanyi dan menari, misalnya bahasa Mandarin.
Kekompakan saat menyanyi dan menari juga buruk untuk sebagian boyband dan girlband Indonesia. Seharusnya mereka yang ingin menjadi anggota boyband atau girlband harus tau akan dirinya sendiri, apakah dia bisa menari dengan kompak, sehingga saat konser tidak kelihatan seperti pentas seni anak SD. Contohnya 7 icons, pada video klipnya yang berjudul “Playboy” sangatlah terlihat ketidakkompakan mereka saat menari,ada yang memulai gerakan dengan kaki kiri dan ada yang mulai dari kaki kanan, padahal itu adalah video klip yang dalam pembuatannya bisa diulang-ulang, dari sini sangatlah terlihat betapa besar kemauan mereka untuk cepat-cepat tenar tanpa memikirkan kualitas. Seharusnya mereka seperti Cherrybelle yang dalam menyanyi bagus dan dalam menaripun juga kompak. Kekompakan dalam menari dan bernyanyi  boyband dan girlband Indonesia harus dilatih sebaik mungkin, shingga mencapai kualitas bagus dan bisa go internasional.


Novy Syahbrina Azara.

No comments:

Post a Comment