by Hira Listya Pinastika
Sudah 5 tahun Glee tinggal di New York. Hari-harinya selalu
dilalui dengan ceria. Hatinya sudah sangat menyatu dengan sekolah disana. Ia
sangat sayang kepada teman-temannya. Ya, pantas saja meninggalkan kota itu
bukanlah hal yang mudah buat Glee. Di sekolah itu Glee sangat bahagia. Glee
nggak yakin, apa setelah pulang dari New York dia bisa dapet kehidupan yang
Glee mau seperti sekarang ini.
“ Cepetan dong Glee ! telat nih ! lagian lo lelet banget sih.”, omel Rosa
seperti biasa.
“ Yee … gue nggak lama. Tapi, kelamaan nunggu di halte bus.”, bela Glee
“ aaahh ,,, yaudah deh. Cepetan !! “, kata Rosa
Akhirnya, mereka sampai juga ke sekolah, meski mereka terlambat. Rosa segera
masuk ke kelasnya, dan Glee pun begitu. Mereka tidak sekelas. Rosa lebih tua.
Sesampai di kelas , Glee yang tadinya tergesa-gesa itu , langsung berubah
menjadi pendiam sambil menatap teman-temannya yang sedang bercanda tawa. Ia
tiba-tiba teringat sesuatu.
“ bentar lagi, gue pulang. Nggak
seru banget deh. Gue pasti kangen banget sama kelas gue yang ngga pernah sepi
ini.”, katanya dalam hati sambil berjalan masuk ke kelas.
Glee masuk ke kelas sambil diam terus. Tapi, kalau sudah
masuk ke kelas itu, nggak akan ada yang tahan lama untuk diam. Pelajaran
berlangsung seperti biasanya.
Krriiinggg !!
Bel tanda istirahat pertama sudah berbunyi. Biasanya, Rosa selalu nyamperin ke
kelas Glee. Glee selalu menyempatkan waktu itu buat curhat sama Rosa.
“ Ros, gue bener-bener nggak bisa bayangin, gue harus pindah dari sini. Gue
udah terlanjur suka banget sama New York. Dan juga karena Nano, Ros ”,
kata Glee memulai pembicaraan
“ iya, gue tau. Dan gue juga pasti sedih banget kehilangan lo nanti. Lo
masih mikirin Nano ? lo nggak bisa lupain dia ?”, kata Rosa menenangkan
“ hadduhh Rosa, ya nggak lah. Gue nggak mau lupain Nano & gue nggak bisa
lupain dia.”, kata Glee
“ ya, menurut gue , lo sabar ya .. karena, gue juga nggak tau apa yang
bisa gue lakuin buat lo.”, kata Rosa.
Krrriingg !!
“ Glee, udah masuk tuh. Gue langsung ke kelas gue ya, abis
ini pelajaran Mr. Jack soalnya, bye …”, kata Rosa seraya berlari menuju
kelasnya.
Selama pelajaran ini, Glee agak sedikit murung. Sahabatnya di kelas selalu
menggodanya agar tersenyum. Memang, Glee paling nggak bisa nahan ketawa kalau
mata atau mukanya diliatin. Buat Glee, dia bisa ketawa terbahak-bahak
kalau lagi sama sahabat-sahabatnya itu. Ya, mau nggak mau Glee sedikit
melupakan kesedihannya.
Kringgg !!
Bel berbunyi, pulang sekolah. Buat Glee, dia nggak mau menghabiskan waktunya
hanya untuk bersendiri. Jadi, lebih baik Glee berkumpul bersama teman-temannya.
Tapi, semua itu nggak
seperti yang Glee mau. Ada yang menghindar dari Glee. Sebenarnya, Glee tidak
terlalu memperdulikan itu. Karena, semua orang kan punya masalah. Meski kali
ini, masalah Glee sangat sulit.
Tetapi, hari ini Glee tidak seperti biasanya. Dia termenung di kelas membaca
cerita sambil mendengarkan musik. Rosa datang.
“ kebiasaan deh, suka sendirian. Lagi pada rame tuh disana. Ngapain lo
kesini.”, sapa Rosa
“Males gue.. haha udah sana . lagi pengen sendiri gue.”, kata Glee sedikit
ketawa karena melihat muka Rosa yang kelihatannya sebel
Di kamar Glee, ia bengong . Akhirnya, ia mengambil gitarnya, lalu menyanyi lagu
Semua Tentang Kita. Tanpa terasa air matanya jatuh. Memikirkan semuanya.
“bentar lagi gue pulang. Gue nggak
siap. Nggak siap ninggalin sekolah. Gue ngga bisa bayangin. Di waktu gue di New
York yang tinggal satu bulan ini, hati gue nyesek banget. Bisa, gue
ninggalin semua disini ? “,
katanya dalam hati sambil terus memainkan lagu itu.
Tapi, ia teringat akan waktu . Besok sekolah . Glee segera menaruh gitarnya dan
menuju tempat tidur. Semenit kemudian, sudah terdengar dengkurannya .
__________ besok
pagi __________
Glee bangun agak
terlambat . Dia sepertinya kecapean .
" Waduuhh ,,, alamat
kena omel ama Rosa lagi nih. Dia pasti udah nunggu di halte", katanya
dalam hati.
Dan benar saja, Rosa sudah menunggu Glee di halte bus .
Tapi, hari ini Glee beruntung . Saat ia tiba di halte bus, bus menuju sekolah
juga tiba disana .
" Ros, sorry ya . Gue bangunnya telat . Hehehe
", kata Glee sambil nyengir. Rosa diam saja. Dia hanya menghembuskan
nafas panjang, tanda kalo Rosa udah cape ngomel.
Tiba di sekolah, mereka
langsung buru-buru masuk kelas karena sudah terlambat. Hari itu di kelas Glee
berbeda. Semua terdiam saat Glee masuk . Ada yang nyengir sendiri, ada yang
nunduk, ada yang baca buku. Ya ... Pokonya tidak seperti biasanya. Glee pun
jadi tidak seperti biasanya juga. Tapi, dia tidak berpikir apa-apa.
Hari-hari Glee di
sekolah belakangan ini, biasa saja. Dia tidak merasakan keramaian kelasnya,
yang biasanya setiap hari tidak pernah sepi itu. Entahlah apa yang terjadi.
Suatu saat
Glee merasa bahwa ada yang menghindar darinya. Entah siapa. Ya, yang jelas itu
juga mengganjal di hati Glee. Meski dia tidak terlalu memusingkan hal itu, tapi
hal itu selalu datang untuk membuat Glee pusing.
Tapi,
terkadang keganjalan dihatinya hilang sebentar, karna sahabat-sahabat kelasnya
yang tak henti-hentinya membuat Glee tertawa kembali.
Sebenarnya, ekspresi yang dia tunjukkan belum tentu mewakili hatinya. Tapi,
akhir-akhir ini, dia tidak bisa bersandiwara untuk menutup-nutupi.
Sewaktu selesai pelajaran, sekelas
Glee tampak sangat sedih.
"
Leeee .... Kalian kenapa sih ? Tumben banget sedih. Biasanya, kan rame banget
...", kata Glee kepada teman-temannya.
" Mmm ngga
papa ko Glee. Gue cuma sedih aja bentar lagi lo mau pulang. Nggak serulah,
nggak ada yang diisengin lagi.", kata Berta
Berta adalah sahabat
Glee yang paling setia sama Glee. Memang, Berta nggak suka curhat-curhatan
gitu. Tapi, mereka memiliki hobi yang sama. Yaitu, main bola dan main gitar
bareng. Mereka cocok banget. Buat Glee, Berta sahabat Glee yang paling seru.
" Hhahaha .... Pliss deh . Jangan
sedih gitulah .... Kita masih bisa chatting
, bbman. Tenang aja kali Ta
.", kata Glee
Sebenarnya, Glee merasakan
hal yang lebih daripada Berta. Jauh lebih sedih.
" Pokoknya kita sahabatan
terus deh. Tenang aja, nggak bakal lupain lo ! ",kata Glee sambil memeluk
Berta.
" Iyalahh ... Ampe aja lo
lupain, awas lo ! Hahaha , yaudah ngaji yuk. Udah ditungguin ama Miss
Alifah.", kata Berta
Setelah selesai mengaji, mereka
langsung diajak anak yang lain untuk main salju. Mereka pun langsung mengenakan
jaket dan keluar. Tak lupa, Glee memasang lagu di bbnya dan mendengarkan lagu.
Di luar, semua tampak ceria. Begitu pula Glee meski hatinya belum sepenuhnya
ceria. Tapi, kali ini Glee tidak mau menyianyiakan waktunya bersama
teman-temannya hanya untuk bersedih.
Ya, mereka tampak
sangat ceria. Selesai itu, Glee kembali ke sekolah beristirahat sambil menunggu
kedua orangtuannya yang bekerja di kedutaan. Tak lama kemudian, Glee pulang ke
rumahnya. Ia memandang ke sekitar jalan.
"Akankah aku bisa
kembali menginjak disini lagi ? Berlari, bermain disini lagi ? Akankah mereka
semua mengingatku. Temanku, sahabatku ? ", katanya dalam hati
Seperti biasa, setelah pulang ia
belajar, mandi, makan, dan tidur seperti biasa.
Tapi, ketika ingin tidur . Otaknya
tiba-tiba penuh dengan nama Nano.
" Udahlah
Glee !! Kenapa ngga bisa lupain dia sih ? Sampai kapan gue kayak gini terus ??
Sampai kapan gue nyesek gini ? Sabar, sabar deh", katanya dalam hati sambil
memejamkan mata.
Tak terasa, airmatanya
jatuh sambil tidur. Dengan mimpi indahnya bersama Nano. Semua terwujud . Ya,
semua yang Glee inginkan. Meski cuma mimpi, nggak lebih.
No comments:
Post a Comment