by Dinda Chaerunisa
“Maggie tungguin dong ! Hujan nih , becek lagi kalau seragam gue basah gimana? “ seru Shelby dengan nada manja, sambil berlari-lari menuju ke halte bus .
“Itu sih urusan lo, habis lo jalannya lama banget, gesit dikit gitu loh entar kalau ketahuan Pak Kingkong dan Bu Kingkong gimana ? Entar ribet urusannya, apa lagi kalau sampai mereka tau kalau kita bolos ! Ngomong- ngomong lo udah minta tolong ke Kevin kan ? “ sahut Maggie.
Pak kingong dan bu kingkong adalah guru tergalak di sekolah Maggie dan Shelby sebenernya nama asli Pak Kingkong sama Bu Kingkong itu adalah Pak Eki dan Bu Tika, mereka pasangan suami istri yang galaknya sama aja.
“ Hah? Minta tolong apa? “ Shelby berbalik tanya kepada Maggie.
“ Shelby ku sayang lemot banget sih, gue kan udah bilang sebelum kita mau bolos, lo, gue suruh minta tolong Kevin absenin kita, jangan bikin gue marah deh,“ kelemotan dan kepikunan Shelby membuat Maggie naik darah.
“ Oh iya gue lupa, sorry sorry gue lupa,“ Shelby meminta maaf dan segera mengambil handphonenya untuk segera menelpon Kevin sebelum Maggie kembali naik darah.
“Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif coba beberapa saat lagi ,“ operator itu membuat Shelby sekarat tentu sekarat dalam hal akan kena omelan Maggie lagi.
“ Shel ,diangkat gak ? “ tanya Maggie dengan penasaran.
“Enggak, handphonenya enggak aktif,“ Shelby menjawab dengan muka memelas, setelah itu , enggak ada satu kata pun yang dilontarkan oleh Maggie, dia hanya fokus kepada halte bus yang jaraknya tidak jauh dari mereka.
Kevin adalah cowok terpopuler di sekolahnya, Shelby dan Maggie bisa dibilang cewek beruntung bisa sahabatan sama Kevin, di antara mereka, Shelby dan Kevin berpacaran, dan Maggie adalah sahabat Shelby dari taman kanak-kanak, kebetulan orang tua mereka itu akrab.
“Eh, kita ke Coffee Bean aja yuk? Kita kan udah lama enggak ke sana,“ Shelby membuka pembicraan saat duduk di bus.
” Shelby pikun lo itu makin jadi ya ? sumpah deh bisa naik darah terus gue , kemaren itu kita baru ke Coffee Bean, lagian juga udah basi kalo ke Coffee Bean lagi,“ Maggie menjawab pertanyaan Shelby.
“ Sombong lo enggak boleh gitu , by the way gara-gara lo nih ngajakin gue bolos rambut lepek , seragam basah sepatu kesayangan gue kotor , padahal kan baru di cuci, ” Shelby mengeluh tidak terima. “
“Bawel lo Shel , siapa juga yang ngajakin lo ? Enggak usah GeeR dehh,“ Maggie menjawab dengan santai sambil membuka latopnya.
“SHELBY!” teriak Maggie kepada Shelby yang membuat penumpang seisi bus memandang ke arah mereka seakan menjadi pusat perhatian. “
“ Sorry Magg, tapi kali ini sorry banget, gue dulu ya yang pinjem laptop lo, pengen ol bentar aja, mau ngecek Kevin online apa engga,“ Shelby memohon kepada Maggie dengan senyuman yang dibuat-buat.
” Ya yaa , tapi yang jadi masalah liat dong kaki lo nginjek kaki gue ! Sakit tau! Lagian juga ya mereka kan masih pelajaran matematika, gimana sih “ seru Maggie.
“ Ya ya , sorry lagi ya ,lupa gue,” Shelby meminta maaf yang ke sekian kalinya.
“Emang lo ya enggak ada hari tanpa kata LUPA, huh! “ Maggie berkata dengan wajah kesal.
Setelah itu akhirnya mereka memutuskan untuk ke café darky, kafe dimana mereka memasukan Kevin ke dalam anggota persahabatan mereka dan tempat itulah Shelby dan Kevin jadian.
“ Shel , mau pesen apa lo? “ tanya Maggie
“Gue pesennya sama kaya lo aja,“ jawab Shelby sambil menguap karena setelah perbincangan berhenti Shelby tertidur pulas karena hawa yang mendukung dia untuk tidur di bus.
“ Oke , Mbak ice cream choclattenya dua ya,“ Maggie meminta kepada pelayan.
“Eh eh, Mbak ice creamnya satu aja saya hot choclatte aja, “ kata Shelby.
Shelby mengarahkan pandangannya ke Maggie kemudian berkata
“ Magg, lo gimana sih? Dingin dingin gini makan ice cream, kita kan abis hujan-hujanan, baju basah, entar sakit gimana? lo juga pake mesenin gue ice cream choclatte.”
“ Shelby lo deh perasaan yang minta pesenanan lo sama kaya gue gimana sih! Hayo! Lo mau bilang apa? Lupa? “ Maggie berbicara setegah berbisik sambil menundukan kepalanya , karena Maggie sadar kalau pelayan café itu masih berdiri di samping mereka
Maggie berkata lagi “ Udah mba itu aja pesenannya makasih.”
dret dret dret dret
Handphone Shelby bergetar di atas meja yang berwarna hitam
“Yap? Hello kamu udah istirahat Kev ? Gimana keadaan aman aman aja kan?aku lagi di café darky nih ,“ dengan semangat Shelby menjelaskan
Kalau dilihat-lihat Kevin sama Shelby itu soulmate banget. Sebenernya Kevin tidak suka kalau Shelby bolos tapi karena Shelby memohon – mohon ya mau gimana lagi , Kevin termasuk cowok yang paling tidak bisa melihat Shelby dengan muka melasnya itu.
“Iya, aman aman aja kok, baik baik ya, bolosnya sekali ini aja besok-besok enggak boleh lagi ya, “ suara Kevin terdengar dari ujung sana.
“Oke dehh , bye,“ Shelby menutup motorola fitrinya yang berwarna pink bermotif hiasan.
“Tuh dia pesenan kita dating, “ Maggie berkata dengan semangat.
“Yoi, tapi kayanya lo seneng banget deh, ada apa sih? “ tanya Shelby penasaran .
“Bokap nyokap gue tadi bbm gue katanya, sahabat bokap gue punya anak cowo nah gue mau di kenalin deh, mudah- mudahan tipe gue deh ! “ seru Maggie dengan mata berbinar – binar.
“ Yey! Asik dong , gue sama Kevin , entar lo sama cowo itu , asik nanti kita malming bareng ya! Asik 2 couple!” Shelby berbicara dengan menutup matanya, ya pasti si Shelby mengkhayalkan.
“ Tinggi banget sih khayalann lo, hahaha , auuuuuu! “Maggie memegang kepalanya.
“Maggie, lo kenapa? “
“Enggak apa – apa pusing nih gara – gara ke hujanan kali ya ? pulang sekarang aja yuk,“ Maggie mengajak Shelby pulang, sebenernya mereka masih ada pelajaran sampai jam 3 tapi mereka memutuskan untuk pulang.
ting tong ting tong
Bell rumah Maggie berbunyi.
“Siang tante, “ sapa Shelby pada tante Almira mamanya Maggie.
“Siang Shel, aduhh maaf ya ngerepotin kamu, ayo sayang masuk,“ tante almira mengajak anaknya masuk dan juga Shelby.
“Maggie pusing lagi ya?” tanya tante Almira.
“ Emang Maggie sering pusing tante ?” tanya Shelby kaget.
“ Hah? Enggak kok sayang ini mungkin dia pusing kecapean ,“ jawab tante almira gugup
Setelah itu Shelby menemani Maggie ke kamarnya, lalu pamit pulang.
****** ******
“ Pagi Pak Somad, “ sapa Shelby kepada bapak yang menjaga gerbang sekolah.
” Pagi neng, “ jawab pak somad.
“ SHELBY!” Kevin memanggil Shelby dengan volume yang cukup keras .
“Hai,“ sapa Shelby mendekati Kevin.
” Ada apa ? “ tanya Shelby.
” Enggak apa-apa nyapa aja kemaren kita kan gak ketemu cuman pagi – pagi doang, kamu kemana kemaren kok enggak ikut pelajaran selanjutnya, enggak ngabarin aku lagi,“ Kevin mengeluarkan pertanyaannya yang sedari tadi di kemas di pikirannya.
“ Aku abis ke Café Darky , aku langsung nganterin Maggie ke rumahnya soalnya dia tiba – tiba kepalanya pusing,“ Shelby ngejelasin dengan sabar.
” Ohh gitu, ya udah enggak apa-apa aku ke kelas duluan ya Dika nungguin aku di kelas dari tadi, bye,“ Kevin melambaikan tangannya ke Shelby dan Shelby pun membalas.
**** ****
Hmmm Maggie kemana ya?udah seminggu enggak masuk?ada apa?gak ada kabar?kok perasaanku gak enak ya?sebenernya ada apa sih?,
Shelby tak bisa mengungkapkan itu semua karena terlalu banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan, Shelby lesu seminggu enggak ada yang menyemangati dia lagi, walaupun ngomelinnya nyebelin banget ! tapi kehilangan juga, Shelby sangat khawatir , banyak pertanyaan di benaknya.
“SHELBY,” tampak seseorang yang memanggil Shelby, suara itu sangat familiar, ya itu pasti Maggie.
” Maggie ya ampun gue kangen banget sama lo , lo udah sembuh?” tanya Shelby segera.
“Udah kok, eh entar pulang sekolah gue mau dikenalin sama anaknya temen bokap gue itu loh,” jawab Maggie dengan semangat.
“ Ohh ya, entar jangan lupa kenalin ke gue oke? Ke kelas sekarang yuk ! Kevin udah di kelas dari tadi tuh ! “ seru Shelby, dan Maggie mengangkatkan kedua ibu jarinya.
“Sayang, dandan yang cantik ya, anaknya temen papa bentar lagi dateng, tenang aja ganteng kok!” Tante Almira sangat semangat dengan kedatangan anak kerabatnya itu.
ting tong ting tong
Bell rumah Maggie pun berbunyi sebagai tanda kalau anak sahabat mamanya datang.
”Iya sebentar,” Tante almira berseru dari dalam rumah kemudian menyambut sosok cowok itu dan teman bapak itu , tetapi saat teman bapaknya Maggie masuk anak cowoknya masih parkir mobil.
” Selamat datang, kenalkan ini anak saya,” lalu tante almira menyenggol tangan Maggie agar dia bersalaman.
“Selamat datang om, “ setelah itu Maggie secepat mungkin mengambil bb-nya di kamar, karena dia hamper saja lupa dengan janjinya kalau dia akan mengabarkan Shelby kalau cowo itu sudah tiba di rumahnya.
Kemudian, “ Hallo tante, maaf saya telat tadi markir mobil dulu, “ kata sosok cowo itu.
“Iya enggak apa –apa, silahkan masuk.“
Lalu Tante Almira berkata lagi, “ Maggie sini nak.”
Saat Maggie berjalan , cowo itu merasa nama yang disebut tante almira sangat familiar di kupingnya.
“Loh! Kevin? Lo ngapain kesini ?” Maggie merautkan muka heran.
“Loh! Seharusnya gue yang tanya lo ngapain?” Kevin mengerutkan keningnya .
“Kayany ada yang salah nih, maaf tante saya mau nanya apa ini anak tante yang mau dikenalkan dengan saya?” tanya Kevin kepada Tante Almira.
” Iya nak, tapi rupanya kalian sudah kenal, bagus deh, bisa lebih deket lagi nantinya,” Tante almira merasa senang jika anaknya sudah kenal dengan cowok sahabat suaminya itu.
“ Hah! Aku enggak mau ah ma!” Maggie kaget serentak dengan Kevin.
Kevin tidak dapat menggerakan mulutnya untuk bicara, pandangannya kosong , tidak menyangka kejadian seperti ini, sebetulnya Kevin sudah menolak tawaran papanya itu karena Kevin toh udah punya pacar , tapi mau bagaimana lagi? Papanya sudah memaksa , bahkan sudah memikirkan anak sahabat papanya itu bertunangan dengan Kevin , padahal mereka masih SMA , belum waktunya untuk memikirkan sampai sejauh itu.
Terlihat di ruang tamu orang tua mereka sedang merencanakan sesuatu.
“ Kev ! kita harus batalin pertunangan ini! Kalo kita tunangan ya berarti kita khianatin Shelby! Shelby itu sahabat gue! Dan elo kan pacarnya !“ Maggie memegang kepalanya, mencari -cari akal.
” Ya gue tau, tapi mau gimana lagi? Bokap nyokap gue itu keras kepala, sekali iya yaa iya, sekali enggak ya enggak! Jadi susah lah!” keluh Kevin.
Keadaan saat itu sunyi, setelah Maggie dan Kevin sedang membujuk orang tua mereka, agar mereka tidak bertunangan. Orang tua mereka hanya diam seakan tidak terima, jika pertunangan dibatalkan berarti rencana mereka pun batal .
Papanya Kevin dan papanya Maggie berdiri serentak, tersenyum lalu berkata, “ Tidak bisa nak ! kita sudah menyiapkan semuanya, mulai dari makanan, baju ,undangan ,hingga cincinnya, kita juga sudah menelpon toko undangan pertunangan ternama, kalian hanya perlu menyiapkan diri saja, oh iya satu lagi kami sudah menentukan tanggal pertunangan kalian,“ papanya Kevin membuat Maggie dan Kevin membeku seperti es di sofa
“ Tanggal berapa? “ tanya Maggie lesu.
“Tanggal 7 November.”
***********
Itu sehari sebelum Shelby ulang tahun, gue udah enggak bisa ngapa –ngapain, bokap nyokap gue begitu semangat menyiapkan pertunangan ini, gue belum cukup umur! Gue masih SMA! Lagian juga Kevin udah punya pacar dan pacarnya itu sahabat gue, gue ngerasa udah ngekhianatin dia. Maggie merenung di kamarnya yang serba ungu itu.
***********
Shelby maafin aku ya, aku sama sekali enggak bermaksud nyakitin kamu , kamu emang belum tahu sekarang, tapi nanti kamu pasti bakal tau, aku terpaksa ngelakuin ini, setelah tante Almira cerita sama aku. Kevin pun melakukan hal yang sama dengan Maggie
***********
koprang koprang koprang
Suara piring jatuh terdengar hingga mamanya berkata,“ Shelby hati – hati dong.”
”Iya ma, maaf, “ perasaan Shelby tiba-tiba tidak enak dan pikirannya Kevin, dengan segera Shelby menelpon Kevin.
” Halo, kamu gak apa – apa kan? Tiba – tiba perasaan ku gak enak, “ suara Shelby yang begitu terdengar khawatir.
“Enggak apa- apa kok, udah malem kamu tidur gih, bye, “ Kevin terbangun dari kasur ketika mendegar pernyataan Shelby.
**** 7 November****
Maggie terlihat cantik dengan kebaya yang dipakainya , menuruni tangga rumahnya yang sudah dihias sedemikian rupa. Kevin menunggu Maggie di lantai bawah karena acara segera di mulai. Perasaan mereka ragu ketika pertukaran cincin dimulai, dengan hitungan detik pun cincin itu akan masuk ke jari mereka tetapi...
Maggie pingsan ! terjatuh seakan tak berdaya , Kevin menjatuhkan cincin pertunangan dan segera membawa Maggie ke rumah sakit bersama orang tua mereka .
***********
“ Dok , gimana keadaan anak saya?” tanya Tante almira segera ketika melihat dokter keluar dari ruangan .
” Anak ibu terkena kanker otak, stadium 2, mengapa ibu baru membawa putrinya ke rumah sakit sekarang ? sudah stadium 2 itu cukup parah, “ pernyataan dokter itu membuat tante Almira menangis. Semua terkejut mendengarnya, Maggie yang tomboy sekarang tidak berdaya berbaring di rumah sakit .
“Saya akan mengajukan surat permohonan kepada rumah sakit Singapura, saya kebetulan punya sahabat yang menangani penyakit kanker, “ dokter itu pergi dan segera membuat surat permohonan.
Setelah menerima surat permohonan tanggal 8 november keluarga Maggie ke Singapura menemaninya. Sedangkan, Kevin hanya dapat memberikan doa kepada Maggie.
Rumah Shelby
8 november tepat pada hari ulang tahun Shelby.
“Kev, Maggie mana? Kok belom dateng juga ya?“ Shelby menunggu kedatangan sahabatnya sejak tadi.
“Mungkin enggak datang enggak enak badan , abis acara udah selesai dia belom datang,” Kevin mengarang selogika mungkin, karena Maggie tidak ingin kalau sahabatnya itu tahu di mempunyai penyakit kanker otak .
“ Masa di ulang tahunku dia enggak dateng sih? Enggak adil ! Waktu 8 july aku dateng ke ulang tahun dia, tapi sekarang di ulang tahunku enggak dateng! “ Shelby tidak dapat menahan emosinya karena tidak terima atas ketidakdatangan sahabatnya itu.
Rabu, 14 november (di sekolah)
“ Ini enggak mungkin !” Shelby berseru dalam hatinya, air matanya mulai bergulir deras.
Kevin segera memeluknya dan berkata, “Sabar ya, kamu harus kuat.”
Di papan sekolah tertulis
Telah wafatnya teman kita, saudara kita, sahabat kita ,ananda Maggie Sakuraya, tanggal 13 november pukul 10.00 WIB, keluarga dari alm. Maggie meminta agar segala kesalahan yang diperbuat dapat dimaafkan.
Terima kasih