by Gibran Qadaranta
Dia tercipta karena sebuah kenyataan
Hal biasa yang terabaikan
Terlihat nyata dan temani setiap cahaya
Dan dengan terciptanya kenyataan lahirlah Dia
Impian di depan dan
Kenangan menjaga jaraknya di belakang
Berhias memori dan kisah
Mewarnai langkah ini lagi dan lagi
Tak pernah lelah dan terus mengoleskannya
Menghayal indah
Cerita yang kita tulis sendiri
Secarik kertas yang terpatri serbuk serbuk kayu
Tak pernah lepas dari ingatan
Pelukan erat seolah tak ingin lepas
Pundakku yang bersandarkan kepalamu
Tiap bait kata-katamu
Yang berhasil mengatur irama jantungku
Hasrat untuk membisikkan
Kembali tumbuh di sela perasaan halus
Memaknai tiga kata beriringan namamu
Hanya kau dan aku dengan rahasia-rahasia kebersamaann
“From that moment, I hope my memory becomes reality”
No comments:
Post a Comment