by Hira Listya Pinastika
Dia datang mengoyak-oyakan negerikuSeperti perahu yang tengah diterjang badai
Semua berhamburan tak teratur
Semua hancur porak-poranda
Hatiku sedih
Hatiku perih
Bagai teriris pisau yang tajam
Ibu…
Ayah
Aku menangis mencari mereka
Hingga aku terlelah
Bencana itu menghanyutkan jiwa-jiwa kami
Dan membiarkan nyawa kami terbang tak terarah
Apa yang harus kulakukan ??
APA YANG HARUS KULAKUKAN
Hanya doa kepadamu Ya Allah
Tempat aku mencurahkan semua isi hatiku
Semua kesedihanku
Semua kegelisahan & kebimbanganku
Sudah
Cukup sudah
Hentikan semua ini
Aku tak sanggup menerima ini semua
Aku sadar
Aku hanyalah makhluk kecil bagiMu Ya Allah
Engkau Maha Berkuasa
Engkau mampu mendatangkan bencana yang begitu dahsyat
Sehinnga aku tak sanggup menerimanya
Tapi … bagaimana dengan orangtuaku
BAGAIMANA KEADAAN MEREKA
Aku terus mencari mereka setiap saat
Tapi yang terlihat hanya orang-orang yang telah ditinggalkan oleh nyawanya
Aku mencarimu dari terbitnya mentari hinggal datang rembulan yang indah
Rembulan yang menyinari hancurnya kotaku
Aku berteriak
IBU !!! IBU !!! Mengapa kau tak menjawabku
AYAH !!! AYAH !!! Dimanakah dirimu
Aku mencemaskanmu
Kau tau …
Disini…aku sendiri
Aku sendiri untuk menerima ini semua
Aku menerima teriknya matahari yang menyengat dikala aku sedang mencarimu
Aku menerima kalau aku harus kehujanan menunggu jawaban darimu
Tapii ….
aku tetap yakin bahwa Allah akan selalu mendengar doaku
Ya Allah !! Selamatkan ibuku, ayahku, dan saudara-saudaraku
Hamba tahu ya Allah … hanya Engkaulah tempat aku berdoa
Ya Allah lindungilah mereka dimanapun mereka berada
No comments:
Post a Comment